".....If people were rain, I was drizzle and he was hurricane"

Selasa, 22 Juli 2014

Bintang Yang Meredup - Nadya Fatira

Kita yang mencari
Dan pahami isi hati
Lelah di tengah jalannya
Dan hentikan cerita

Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Terambil cahayanya
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Tak lagi terangi malamku

Tak ada manusia sempurna
Dapatkah kau terima
Dan engkau kan terus mencari
Pengisi kosong hati

Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Terambil cahayanya
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Tak lagi terangi malamku

Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Terambil cahayanya
Kaulah bintangku yang meredup perlahan
Tak lagi terangi malamku

Itu kamu, bintang kecil yang lelah memancarkan sinarnya.






Tak Semudah Itu

Benar memang
Kenyataan sering tak sejalan dengan harapan
Sulit rasanya...
Hidup dalam dunia kecilmu yang mendadak kelabu
Duniamu yang hancur seketika saat kau berkedip
Runtuh, meninggalkan mimpi yang porak poranda
Pahit, saat seluruh dunia tak berpihak padamu
Meninggalkanmu, saat dengan tangis kau berusaha memungut serpihan mimpimu
Menjadi satu-satunya nyawa yang hidup tanpa kepastian asa
Asa yang kini diuapkan oleh mentari yang tak segan menunjukkan kegarangannya
Menyisakan bekas yang mendalam
Menyesakkan tiap nafas yang kuhela
Dan sebuah riwayat kecil bahwa dulu
Dulu sekali hingga tak seorang pun mengingatnya
Asa itu pernah tergenggam. berupaya berkawan dengan kenyataan
"Kau tak cukup baik"
Pikirku, berusaha mengeratkan luka ke pelukan
Menyadari seluruh keegoisan harapku
Menambah kekecewaan di tiap detak kecil dalam diriku


Rabu, 26 Februari 2014

Love The Way ____

Gadis ini benar - benar mencintaimu, seperti yang selalu ia bisikkan pada langit biru melalui hembusan angin yang menyapa menyejukkan. Berharap langit akan menyampaikan dan membuktikannya lewat tetesan - tetesan air hujan yang membasahi seragam sekolahmu. Kamu, yang telah membuatnya begitu tak sabar menanti pagi untuk segera beranjak ke sekolah yang terkadang dirasanya begitu membosankan, berdiri di balkon ditemani hangat mentari pagi tak bosan memandangimu atau sekedar duduk di bangkunya, tersenyum dengan hati berdebar - debar menunggumu berjalan melalui pintu kelas. Biasanya kau akan memasuki pintu itu dengan tersenyum, membuat tubuh gadis ini terpaku untuk sepersekian detik, dia gadis yang sangat beruntung mampu melihat senyum itu setiap saat, selama yang dia mau, dan lebih dekat, lebih dekat dari yang dia mampu bayangkan selama ini. "Aku sangat menyayangimu, masa depanku." dalam hati gadis itu berkata lirih.
She loves the way you say her name. She loves the way you call her 'sayang'. She loves the way you hold her hand. She loves the way you smile, laugh. She loves your smell. Ya, dia sangat sangat sangat menyukai apapun yang kau lakukan apapun yang kau katakan. She loves everything about you !! Dia suka ketika kalian jalan berdua, menyusuri balkon yang penuh orang dan bingung memilih makanan yang harus dibeli ketika kalian sampai di koperasi sekolah. Lalu kalian berdiri di balkon, dan kau membagi makananmu dengannya. Sejenak dia memejamkan mata, berharap ketika dia membuka mata semua itu masih nyata. Semuanya memang nyata, dan memang indah. Dia suka ketika kau melemparkan jaketmu padanya, entah mengapa, hanya saja dia benar - benar menyukainya. Dia juga suka ketika kau mengacak kerudungnya, menepuk - nepuk kepalanya, mencubit pipi tirusnya (wkwk, serius tirus banget), dan hal - hal kecil lainnya. Kamu membuat gadis ini melihat masa depan ketika dia menatap balik tatapan matamu yang tajam dan meneduhkan. Sangat meneduhkan, membuatnya ingin tinggal di dalam sana dan tak pernah kembali. Selamanya.


"If I knew I would so happy one day, I would have searched for you harder and found you before so that I could spend more time with you."- Sal Dormant