".....If people were rain, I was drizzle and he was hurricane"

Rabu, 27 April 2016

Sudah Saatnya Kembali (Hidup)

Aku kembali...
Tujuh ratus tiga puluh hari bersembunyi di balik ketakutanku, pulang tanpa membawa jawaban. Sengaja menghilang ? Tidak, kubilang. Saat itu pergi adalah keharusan, bukan pilihan. Yah, aku selalu benci berhadapan dengan pilihan...dan menjadi pilihan. Bohong jika kubilang ratusan hari itu kulewati dengan "baik - baik saja". Hidupku berantakan kala itu, langit biru yang kupuja - puja runtuh tanpa mengijinkan aku menghindarinya. Dia mengenalkanku pada perpisahan. Sosok perpisahan yang sama sekali tak ku kenal, namun sanggup meluluh lantakkan benteng yang selama ini kubangun dengan susah payah. Benteng itu kehilangan pilar paling utamanya, begitu pula denganku. Sekeras apapun aku mencoba, semua tak akan pernah sama, kehilangan telah mengubahnya. Kehilangan yang tak pernah diinginkan. Memangnya ada kehilangan yang diinginkan ?


Aku akhirnya paham,
rindu paling menyakitkan adalah rindu pada seseorang yang lebih dahulu meninggalkan dunia ini, karena sekuat apapun kau merindukannya, dia tak akan pernah kembali.

1 komentar: