".....If people were rain, I was drizzle and he was hurricane"

Sabtu, 25 Juni 2016

Untuk Kamu, Pria Bermata Sayu

Di dunia yang penuh romantisme ini, kita jatuh cinta. 
Dunia yang kubangun dengan kamu sebagai pusatnya. 
Langitnya tak berwarna biru muda, karena aku tahu kamu membencinya. 
Jadi, kubiarkan saja berwarna putih, kalau saja kamu ingin mewarnainya dengan warna favoritmu yang tak pernah ku tahu. 
Jarum jam tak pernah berdetak disini, keduanya membeku. 
Seperti yang ku mau, dunia ini tidak berputar. 
Karena aku takut waktu akan berlalu dan kamu tidak tinggal.
Kamu tidak pernah tinggal...
Kenyataannya kita tidak pernah jatuh, hanya aku yang jatuh bahkan tanpa kau sudi mencegahnya.
Aku selamanya merindukan kehadiranmu,
Berharap kamu akan singgah atau menetap
Bersama dengan desau angin yang terasa bak desahan hangat nafasmu, derai hujan yang tak lebih riuh dari degupan jantungmu di telingaku, serta sunyi malam yang mustahil lebih damai dibanding tatapan mata sayumu.
Rindu demi rindu kutanam,
Mengakar jauh di bawah tanah yang kau pijak
Mungkin dia akan bertunas dan suatu saat akan meneduhkanmu
Lalu pada akhirnya ketika dia bersemi
Kuharap kamu mengingat tentangku
Sebagai apa - apa yang kamu mau
Sebagai guguran bunga yang menyelip diantara jemarimu
Atau daun meranggas yang kau tiup menjauh
Paling tidak kamu mengingatku pernah ada di harimu,
Bukan dihatimu...



1 komentar: