".....If people were rain, I was drizzle and he was hurricane"

Sabtu, 07 Desember 2013

Aku Memanggilnya Ben.


Kamulah orangnya, yang datang bersama hujan. Aku memangilmu Ben. Nama itu jauh berbeda dengan nama aslimu, maafkan aku Ben. Namamu ku ubah menjadi Ben semenjak aku memanggil diriku sendiri sebagai secret admirermu. Semenjak aku mempunyai hobi baru, memantau akun facebook dan twittermu, menunggu kata demi kata yang mungkin kau tuliskan di dalamnya.
Entah sejak kapan aku mulai merasakan perasaan aneh bin absurd ini, perasaan yang orang bilang bernama cinta. Mungkin semua berawal hari itu, kurang lebih satu tahun lalu, ketika kau menyapaku dengan senyum manismu di atas balkon yang disinari cahaya lembut matahari pagi. Mungkin juga ketika kau dengan iseng mencoba menyanyi untukku. Atau mungkin dua rentetan kejadian itu yang membuat aku memandangmu dengan cara yang berbeda, dan semenjak itu suara dan senyummu menjadi salah satu keajaiban Tuhan yang paling kusyukuri telah diciptakan.
Selama itu rasaku ke kamu tetap ada, dan selama itu kamu datang dan pergi sesuka hatimu. Aku selalu mengabaikan rasa itu, berpura - pura untuk tidak mencintaimu. Namun 2 bulan terakhir ini aku berhenti melakukannya, aku membiarkankan rasa ini tumbuh semakin dalam seiring hatiku yang bergetar tiap aku melihat sosokmu. Diam - diam kupelihara rasa itu tanpa semua orang harus tahu. Lalu aku melakukan apa yang "secret admirer" biasa lakukan, menguntitmu, memandangmu lama - lama tanpa kau tahu, dan mencoba mendekatimu. Aku selalu berharap kau memberi senyuman itu untukku lagi, Ben. Aku [masih] menunggumu merindukanku.


" Biarkan aku menjadi udara. Meski tak kau hirup, setidaknya di sekitarmu aku hidup."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar