".....If people were rain, I was drizzle and he was hurricane"

Senin, 16 Desember 2013

In Memoriam Soe Hok Gie & Idhan Dhanvantari Lubis (26 Desember 1969 - 16 Desember 2013)



16 Desember 44 tahun yang lalu, Soe Hok Gie dan sahabatnya, Idhan Lubis, tidur dengan tenang dalam pelukan Semeru -tanah tertinggi di pulau Jawa-.“Saya melihat Gie mengerang-erang waktu itu,” begitu tutur Herman O. Lantang, “Gak lama setelah itu dia meninggal. Sebelumnya saya sempat memberikan napas buatan. Pengetahuan saya masih terbatas soal pertolongan keracunanan gas. Tapi, yang saya tahu gas beracun itu lebih rendah. Dan praktis waktu menuju puncak, Gie sering terlihat jongkok dan duduk. Jadi dugaan saya Gie terlalu banyak menghirup gas beracun. Setelah tahu Gie meninggal, saya langsung turun dan meninggalkan jasadnya di atas. Menjelang Cemoro Tunggal, saya lihat Idhan juga mengalami kondisi yang sama seperti Gie.”


             Status Idhat Shidarama Lubis, kakak kandung Idhan Lubis. Hari ini, 16 Desember 2013

Status facebook Idhat Lubis


Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan dan kebebasan
Yang mencintai bumi
Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah dan berkata, ke sanalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang
Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara sapu tangan menahan tangis
Sementara Desember menabur gerimis
24 Desember 1969
Sanento Yuliman
 "Semoga kau seabadi Mahameru"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar