16
Desember 44 tahun yang lalu, Soe Hok Gie dan sahabatnya, Idhan Lubis, tidur
dengan tenang dalam pelukan Semeru -tanah tertinggi di pulau Jawa-.“Saya
melihat Gie mengerang-erang waktu itu,” begitu tutur Herman O. Lantang, “Gak
lama setelah itu dia meninggal. Sebelumnya saya sempat memberikan napas buatan.
Pengetahuan saya masih terbatas soal pertolongan keracunanan gas. Tapi, yang
saya tahu gas beracun itu lebih rendah. Dan praktis waktu menuju puncak, Gie
sering terlihat jongkok dan duduk. Jadi dugaan saya Gie terlalu banyak
menghirup gas beracun. Setelah tahu Gie meninggal, saya langsung turun dan
meninggalkan jasadnya di atas. Menjelang Cemoro Tunggal, saya lihat Idhan juga
mengalami kondisi yang sama seperti Gie.”
![]() |
| Status Idhat Shidarama Lubis, kakak kandung Idhan Lubis. Hari ini, 16 Desember 2013 |
![]() |
| Status facebook Idhat Lubis |
Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan dan kebebasan
Yang mencintai bumi
Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah dan berkata, ke sanalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang
Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara sapu tangan menahan tangis
Sementara Desember menabur gerimis
24 Desember 1969
Sanento Yuliman
"Semoga kau seabadi Mahameru"




Tidak ada komentar:
Posting Komentar