".....If people were rain, I was drizzle and he was hurricane"

Rabu, 11 Desember 2013

(Yang Katanya) Tanggal Cantik

Hallo (yang katanya) tanggal cantikkk. 11-12-2013. Pagi di tanggal (yang katanya) cantik ini dimulai dengan belajar sejarah pas pukul 2 dini hari, jammm 2, jaaamm 2 (diulang biar dramatis hehe:p) bayangiiinnn. Di saat yang lain lagi mimpiin gebetannya sampe ngiler atau paling banter lagi sholat istikharah buat nentuin siapa yg bakal di jadiin pacar di tanggal cantik, aku malah harus menghayati kata demi kata yang tertulis dalam lembaran - lembaran masa lalu yang di bukukan (baca : buku sejarah :p). 
Mencoba mengerti tentang Orde Lama dan Orde Baru. Padahal seharusnya yang lalu biarlah berlalu ya, nggak usah di ungkit lagi. Tapiiii, di balik semua perjuangan di dini hari yang senyap itu, ada kutipan yang bikin mata melek dan bikin kita mikir dua kali tentang kebijakan Politik Mercusuarnya Soekarno. Politik Mercusuar yang mendapat kecaman dari berbagai kalangan yang menganggapnya sebagai pemborosan uang negara. Dalam biografinya “Bung Karno Penyambung Lidah Rakjat Indonesia” yang ditulis oleh Cindy Adams, Soekarno menjelaskan:
"Banyak orang memiliki wawasan picik dengan mentalitas warung kelontong menghitung-hitung pengeluaran itu dan menuduhku menghambur-hamburkan uang rakyat. Ini semua bukan untuk keagunganku, tapi agar bangsaku dihargai oleh seluruh dunia. Seluruh negeriku membeku ketika mendengar Asian Games 1962 akan diselenggarakan di Ibukotanya. Kami lalu mendirikan stadion dengan atap melingkar yang tak ada duanya di dunia. Kota-kota di mancanegara memiliki stadion yang lebih besar, tapi tak ada yang memiliki atap melingkar. Ya, memberantas kelaparan memang penting, tetapi memberi jiwa mereka yang tertindas dengan sesuatu yang dapat membangkitkan kebanggaan – ini juga penting. "
Yaaa, pada intinya semua kebijakan selalu memiliki sisi positif dan negatif. Okee, selesaai kuliah sejarahnyaa, selesai selesai :D
Kembali ke hari cantik ini, setelah itu semuanya masihhh saja biasa. Langit tetap biasa, matahari tetap biasa, mereka tetap saja indah seperti biasa. Aku selalu saja berharap akan ada keajaiban di tanggal tanggal (yang katanya) cantik, tapi ya semuanya berjalan biasaaa saja. Bukan bad day, bukan juga nice day. Flat day kali ya.
Tanggal cantik ya, ada yg (maksa) jadian, ada yg (maksa) ngelahirin bayinya, ada yg (maksa) menikah. Semua demi tanggal cantik, kenyataannya tanggal cantik nggak akan menjamin semua peristiwa berjalan "cantik". Aku di tanggal cantik ini ngapain ? Masih bertahan merindukannya dan berharap dia (setidaknya) senyumin aku. Ehhh, ternyata nihil. Memang nggak semua yang kita harapkan bakal sesuai dengan kenyataan. Dear Allah, thank you for all the love that I have in my life. Thanks for another day of waking up happy & healthy. Thank you for everything today O:) 

"Everything is beautiful, but beautiful isn't everything."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar